Gagal Camping di Ranu Kumbolo, Ranu Regulo bisa jadi alternatifnya

Liburan panjang paska pesta demokrasi  17 April 2019 kemarin  aku dan teman – teman yang menamai diri kami geng 17 berencana camping  di Ranu Kumbolo Taman Nasional Bromo Tengger Semeru  bersama suka ngecamp. Kenapa geng  17 ? ssssstttt !!! Aku kasih tau ya, sebenarnya kami hanya berenam bukan 17 orang .Hehe,..

Kami berangkat dari jakarta tanggal 17 April, satu hari lebih  awal dibandingkan jadwal keberangkatan  rombongan anak- anak suka ngecamp. Simak cerita perjalan kami seharian explore kota Malang.

 Bagi teman – teman yang mempunyai hobi  hiking, tracking dan camping pasti tidak asing dengan Ranu Kumbolo. Danau yang sangat cantik yang berada di ketinggian di jalur pendakian Gunung Semeru 2389 mdpl. Sayangnya  rombongan kami harus menelan pil  kekecewaan untuk camping di Ranu Kumbolo karena sampai tanggal 15 April belum ada informasi dari pihak TNBTS untuk pembukaan jalur pendakian ke  gunung Semeru. Beberapa anggota rombongan membatalkan rencana perjalanan ini, dan rombongan yang tersisa lainnya memilih tetap berangkat dengan alternatif pilihan kedua yaitu tetap camping di Ranu Regulo.

Ranu Regulo

Ranu Regulo adalah danau yang posisinya bersebelahan dengan Ranu Pani. Terletak pada ketinggian 2200 mdpl dengan luas 0,75 Ha. Lokasinya sekitar 500 meter   dari kantor  TNBTS melewati jalan disebelah Ranu Pane.

Area Camping kami di Ranu Regulo,TNBTS

Perjalanan Menuju Ranu Regulo

Sekitar jam 09.00 kami berkumpul di stasiun Malang, karena ada beberapa  yang belum sampai rombongan baru bisa sampai di tempat basecamp  sekitar pukul 10.30 WIB dengan perjalanan sekitar 1 jam dengan menggunakan angkutan umum. Setelah sampai di basecamp kami melakukan packing ulang, menyimpan barang – barang yang tidak terlalu penting ke tempat camping. Sementara rombongan wanita melakukan packing ulang, rombongan laki – laki sholat jumat dahulu.

Jam 14:30 kami berangkat menuju Ranu Pani dengan menumpang 2 jeep, selama perjalanan menuju Ranu Pani Jalanan sudah mulai ditutupi kabut. Meski  sedikit menghalangi  jarak pandang mata, kabut  itu membuat pemandangan di sekitar  jurang sisi jalan  yang sebagian besar ditumbuhi pohon cemara menjadi semakin indah. Sayang sekali jika pemandangan seperti  ini untuk dilewatkan.

Jalan menuju bascamp Ranu Pani

 Jam  15:30 kami sampai di persimpangan jalan yang menuju ke gunung  Bromo,  melihat  Lembah di sekitar gunung bromo  ditempa  sinar matahari yang bersiap untuk tenggelam, kami pun berhenti . Beruntung sekali di tempat jeep kami berhenti ada tukang bakso. Udara sekitar yang sudah mulai terasa menusuk kulit, ditambah bakso panas dengan sambal yang pedas sungguh godaan yang sangan sulit untuk dilewatkan.

Sambil menunggu  teman – teman makan bakso aku  malah sibuk sendiri nyari spot foto. Hehe Sayang sekali jika pemandangan sunset itu dilewatkan begitu saja. Aku ikut memesan bakso.  Karena belum begitu lapar , baksonnya  dibungkus plastik  kemudian di beri sedikit kuah, seledri, bawang  goreng  dimakan mengguanakan  tusukan, jadi ingat kebiasaan dulu saat masih SD.

Selesai makan perjalanan dilanjutkan menuju ke lokasi  camping di Ranu Regulo. Awalnya mau memilih tempat camping di pinggir danau, ternyata sudah ada yang mendirikan beberapa tenda  disana terlebih dahulu, jadi kami mendirikan tenda di lokasi dekat vasum  ( toilet dan sumber air bersih ). Tenda diatur oleh cp suka ngecamp, belum selesai semua  tenda didirikan hujan mulai turun, kami akhirnya berkumpul di tenda yang besar yang difungsikan sebagai dapur umum sembari menunggu tenda – tenda kecilnya jadi. Setelah  beberapa tenda kecil jadi, kami di bagi menjadi  5 kelompok kecil sesuai kapasitas tenda. Karena hari mulai gelap dan hujan turun cukup deras kami masuk ke tenda masing – masing dan membereskan bawaan kami, serta menyiapkan perlengkapan tidur dan sholat magrib.

             Ranu Regulo

Hujan turun cukup deras menjelang makan malam, jadi kami berkumpul di tenda besar untuk malam malam. Menu makan malam kami soto ayam dan teh manis panas, menu makan malam sederhana yang sangat pas dinikmati saat udara dingin ditemani rintik hujan. Beruntungnya hujan malam ini tidak disertai petir. Selesai makan malam lanjut dengan acara perkenalan semua member .Acara selanjutnya bebas, beberapa dari kami ada  kembali ke tenda masing – masing dan ada juga yang lanjut main game werewolf di tenda dapur.

Berburu Sunrise di Ranu Regulo

Pagi pun tiba, setelah sholat subuh aku dan beberapa temanku lanjut hunting sunrise di sekitar Danau.Melawan dinginnya udara pagi itu yang mencapai 13 derajat celcius, yang cukup membuat jari – jari kaku saat menekan tombol  rana kamera untuk mengabadikan sunrise pagi itu.  Sunrise di Ranu Regulo sangat singkat, hanya sekitar 10 menit beruntung aku dapat mengabadikan moment cantik ini.

Saat pagi hari, permukaan air akan mengeluarkan  asap karena pengaruh  suhu udara yang sangat dingin. Uap- uap air itu menambahkan aura  mistis dari  Ranu Regulo. Perhatian  untuk teman – teman yang akan melakukan camping di Ranu Regulo jangan mandi di danau ya, karena  sangat berbahaya. Udara air danau ini sangat dingin.

Mendapatkan foto sunrise yang  sangat cantik seperti ini sudah cukup mengobati kekecewaanku karena gagal camping di Ranu Kumbolo.

Ranu Regulo
Sunrise di Ranu Regulo

By the way, terimakasih Bang herry untuk foto candidnya. Tambahan informasi untuk teman – teman  yang akan ngecamp di Ranu Regulo, di area ini sudah ada fasilitas toilet umum. Hanya saja kondisi kemarin kran  airnya tidak mengalir, sehingga kami menggunakan air yang tersisa di bak penampungan atau membawa air sendiri dari  bak penampung air yang lokasinya sekitar 50 meter dari toilet.

Oh iya, air dari bak penampung ini  juga yang kami gunakan untuk kebutuhan mencuci bahan – bahan yang akan dimasak dan mencuci peralatan masak. Untuk mandi  ada toilet dengan air yang cukup melimpah di toilet umum sebelah kantor TNBTS, namun teman – teman harus jalan terlebih dari dari area camping. Selain kamar mandi di sini juga tersedia mushola. Untuk warung makan  didepan kantor TNBTS ada beberapa warung makan dan toko souvenir namun  saat kami kesana semuanya tutup.

Teman – teman ada yang mempunyai pengalaman camping di Ranu Regulo, yuk share infomasinya di kolom komentar.

Ra

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan