Seharian di Malang, 4 tempat wisata ini bisa jadi pilihan eksplore kamu

Hai gaes, i’m come back !!!

Punya waktu liburan di Malang tapi cuma satu hari atau kamu hanya mampir di Bumi Arema ini, terus kamu bingung mau eksplore kemana ??
Kalau jauh – jauh takut waktunya ga cukup. Sini aku kasih tau, kemana saja menghabiskan waktu seharian di Malang.
Ini cerita eksplore singkat kami di Batu, Malang. Kami yg menamai diri dengan geng 17, kalian pasti tahu kalau sudah membaca ceritaku Gagal camping di Ranu Kumbolo, Ranu Regulo bisa jadi alternatifnya

Ya, geng 17 itu ada 6 orang, 3 cewek yaitu Aku, Ririn dan mba Ilal sedangkan 3 cowok lagi adalah Saomin, Wildan, dan Nuril.

Dari kiri ke kanan Saomin, Ilal, Ririn, Wildan, Aku dan yang paling kanan Nuril

 

 

 

 

 

 

Ehh , kami bukan lagi tripledate ya 😅, kebetulan saja yang ikut 6 orang sebelumnya ada 8 orang yg mau ikut tetapi mereka ada acara Cancel ikut trip.Satu member cowoknya sudah punya keluarga dan yang lima jomblo haha ( jomblo kok bahagia !!! 😂😂😂 )
Yah, setidaknya ga harus murung dikamar saja kan ?? Liburan panjang gini mending ngetrip siapa tahu ketemu jodoh disana. wkwkwk

Perjalanan Jakarta – Malang

Kami berangkat dari Jakarta, naik kereta Matarmaja jurusan pasar Senen – stasiun Malang sekitar pukul 15.30. Perjalanan 17 jam Jakarta – Malang bukan waktu yang singkat, setelah kami berkumpul di ruang tunggu dan mengisi perut, membeli camilan serta sholat asar, kami checkin dan langsung masuk ke gerbong 7 sesuai pesanan. beruntungnya tempat duduk kami berjejer 6 orang, jadi lumayan lebih leluasa karena kami sudah saling kenal sebelumnya.

Tujuh belas jam dikereta dengan bangku yg tidak terlalu luas untuk kereta kelas ekonomi, jadi kami habiskan waktu untuk makan, ngemil, nggosip, kalau capek tidur. Moment yg paling ditunggu – tunggu adalah mendapatkan tempat duduk kosong sebagian kursi tambahan, dan itu didapatkan saat penumpang di kursi sebelah kami turun di stasiun jebres Solo. Dari barang bawaannya mereka sepertinya pendaki, dan benar saja saat ditanya mereka mau mendaki ke Lawu. Sungguh bahagia sekali, 6 org dapat tempat duduk 10 kursi ( sampai di stasiun Malang ) bisa mengobati sakit punggung yg mulai terasa karena posisi tidur yg tidak normal.

Kamis pagi pukul 08.00 kami sampai di stasiun Malang ( pemberhentian terakhir ). Sambil menunggu travel yang menjemput kami, berfoto2 di stasiun ( abaikan muka kucel belum mandi 😅 ). Setengah jam kemudian mobil travel kami datang menjemput, kami bergegas menuju ke tempat penginapan di Woodlot hostel Malang.

simak juga Nginap di hotel kapsul, Bagaimana sih suasananya

Setelah sampai di hotel, kita melakukan checkin , mandi , serta menitipkan tas keril kami di resepsionis. Kok liburan bawa tas keril sih ??? Hehe

Maklum ya gaes, kami liburan ala Backpacker planning kami selanjutnya mau camping. Jadi bawaan kami lumayan banyak.

Sekitar 1 kami mandi dan menata ulang barang bawaan kami, tujuan selanjutnya adalah jalan – jalan. Karna sudah lapar, tujuan pertama adalah mengisi perut.

Tujuan yg kami pilih adalah cafe sawah yang berlokasi di desa wisata pujon Kidul Malang. Tempat ini hasil pilihan diskusi antara mba ilal dan bapak sopir, yg kebetulan hari itu memakai baju warna yg sama. Jadi kami berlima berasa seperti sedang piknik keluarga, tinggal ikut saja mau dibawa kemana.

Selama perjalanan ke cafe sawah kami berdiskusi, tentang tujuan wisata hari ini, tujuan yg sudah jelas adalah musium angkut sedangkan tujuan lainnya masih belum diputuskan. Ada beberapa usulan mau ke pantai, tetapi berdasarkan info dari driver waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan pulang pergi sekitar 6 jam, sedangkan kita menyewa mobil sampai max pukul 11 malam, waktunya akan habis untuk perjalanan.

Jadi diputuskan tujuan kami hari ini adalah Cafe Sawah lokasi di Desa wisata Pujon Kidul Malang, Coban Rondo Susu Pujon dan Musium Angkut

1. Cafe Sawah

Untuk menuju kesini, kami melewati hutan pinus dengan jalan yang berkelok – kelok di daerah Batu, kemudian kami memasuki jalan kampung yang sempit ( cukup untuk dua mobil ) kondisi jalan sudah diaspal, namun sebagian besar sudah rusak, banyak lubang di sana sini. sekitar perjalanan 1 jam dari woodlot lot hostel yg terletak di dekat alun – alun Malang.

     Cafe Sawah Batu Malang

Selain menyediakan makanan, di cafe sawah juga terdapat area bermain untuk anak – anak dan beberapa spot untuk foto.Untuk tempat makanan ya dibangun saung – saung yg dibawahnya ada kolam ikan, dan juga tempat ngopi yg berada di saung yang berbentuk panggung.

   Spot foto di cafe sawah Batu Malang

Menu makanan disini lumayan enak dan harganya lebih murah dibandingkan di jakarta. Menurutku yang paling enak itu bakwan jagungnya, rasanya seperti bakwan jagung buatan rumahan.Penyajian makanannya lauk disajikan per porsi dan nasi disajikan dalam satu bakul. Karena sangat lapar kami langsung menyerbu makanan, begitu, begitu pramusaji selesai menata pesanan kami di meja.

Selesai makan, kami solat dan berfoto2 di beberapa spot yang ada di sana. Tujuan kami selanjutnya adalah Coban Rondo, lokasinya tidak jauh dari cafe sawah kurang lebih  1 jam perjalanan dengan mobil.

Saat keluar menuju parkiran kami menemukan penjual durian, kemudian mampir ke sana. Setelah negosiasi harga dengan penjual, akhirnya disepakati 4 buah durian dengan harga 100 K, murah banget kan jika dibandingkan dengan harga di jakarta.Inilah moment yang paling seru selama di cafe sawah, menghabiskan 4 buah durian selama 10 menit. Hahaha

       Pesta durian 10 menit

2.Coban Rondo

Perut sudah kenyang, kami siap berpetuangan !!!

Coban Rondo MAlang
   Air Terjun Coban Rondo 

Kami kembali menyusuri hutan pinus dengan pemandangan kota malang yang tampak seperti miniatur, udaranya sangat segar.Jalur Akses menuju coban rondo sudah sangat bagus, tidak memerlukan tracking yang susah seperti akses menuju wisata air terjun pada umumnya. Tiket masuk coban rondo cukup mahal 25 K per orang ( hanya untuk area air terjun ) dan 35 K untuk tiket terusan. Tiket terusan ini termasuk untuk area bermain paint ball, memanah dan labirin. Kami pun membeli tiket terusan.

Menyusuri Labirin di Coban Rondo

Lokasi air terjun sekitar 500 m dari parkiran mobil, teman – teman perlu berhati membawa barang bawaan dan sebaiknya jangan membawa snack dengan ditenteng ( jika memang harus membawa snack, baiknya dimasukkan ke tas ). Didepan parkiran dan jalan menuju air terjun, kalian akan bertemu dengan mahhluk mungil yang sangat lincah memanjat dan bergelantungan di pohon. Beberapa dari mahluk itu sedang meminum sisa minuman kemasan yang dibuang oleh pengenjung. Bisa dibayangkan jika teman – teman menenteng makanan, pasti akan dikerubungi oleh mereka. Hehehe

4.Kedai Susu Pujon

susu pujon malang
Setelah kami puas jalan – jalan di coban rondo dan muter – muter labirin, tujuan selanjutnya adalah musium angkut alias kembali ke kota. Sebelum samapai ke kota kami mampir di kedai susu yang cukup terkenal di malang yaitu Susu Pujon. Kedai susu pujon ini terdiri dari 2 bangunan 1 bangunan perkantoran dan yang sebelahnya adalah toko susu dan produk olahannya. Toko ini terdiri dari 2 lantai, lantai bawah seperti toko susu pada umumnya dan ada bagian swalayan. Sedangkan di lantai 2 bagian cafe. Untuk cafe ini tempatnya didesain dengan tema warm n cozy, ada beberapa tempat yang bagus banget untuk foto. Ya elaaahhhhh dimana – mana foto wkwkwkwkwk

Karena mengejar waktu untuk ke musium angkut, kami tidak mampir di cafenya hanya membeli perment yougert dan susu pasteurisasinya yang tersedia dalam beberapa varian rasa.

4.Musium Angkut

musium angkut Malang

Inilah tujuan utama kami memilih berangkat tanggal 17 April, mau eksplore musium angkut. Aku sendiri belum tahu gambaran musium angkut seperti apa , jadi setelah tercetus ide kami akan ke musium angkur auto browsing di gugel dan instagram nyari foto – foto kece buat inspirasi.

Kawasan Pecinan Musium Angkut

 

Sampai di musium angkut sekitar pukul 4 sore. Sempat ragu sebelum masuk, karena tiket masuknya lumayan mahal 100 K per orang dan ada tambahan biaya 30 K jika membawa kamera.Sampai di dalam dan menemukan banyak spot dan obyek yang bisa difoto, akupun menyesal meinggalkan kamera di mobil tadi hanya karena tambahan tiket untuk kamera.

 

Kami mengelilingi musium angkut sampai malam, sampai perut kami terasa lapar dan kaki pegal – pegal. Menurutku harga tiket 100 K itu sepadan untuk fasilitas dan semua koleksi yang ada di musium angkut. Apalagi saat kami kesana jamnya bertepatan dengan waktu pertunjukan dance di sepanjang jalan dengan desain banguna khas amerika.Banyak koleksi mobil – mobil antik keluaran amerika dan eropa. Selain koleksi kendaraan disana juga terdapat booth khaa kota terkenal didunia seperti Tembok Berlin, Paris, Bangkok, Inggris, Texas, Las Vegas dll.

Jika kalian penggemar street photografi dan barang – barang antik musium angkut bisa menjadi salah satu pilihan. Simak cerita lengkapnya di Pecinta Street Photografi dan Barang antik, mampir yuk ke Musium Angkut
tempat hunting foto di Malang.

Dan jika teman – teman membawa anak – anak tempat ini juga bisa menjadi arena untuk wisata edukasi mengenalkan jenis – jenis transportasi dan beberapa kota bersejarah kepada mereka.

Inilah cerita trip singkatku di Malang. Jangan lupa tinggalkan jejak dikolom komentar ya,..

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan